Daur Hidup Gurita/Octopus (Part 2)

Previously on Adearisandi’s Blog : Daur Hidup Gurita/Octopus (Part 1)

Anatomi

Gurita (Octopus vulgaris) memiliki 8 lengan dengan alat penghisap berupa bulatan cekung di sepanjang lengan yang digunakan untuk bergerak di dasar laut dan menangkap mangsa.  Gurita bergerak dengan cara berenang dengan kepala di depan diikuti dengan lengan-lengannya.

gambar anatomi gurita

octopus anatomy

Seperti kebanyakan hewan invertebrata, gurita tidak memiliki tulang rangka dalam, meskipun ada beberapa invertebrata yang memiliki tulang cangkang di dalam tubuhnya seperti sotong. Gurita juga tidak memiliki tulang rangka luar untuk melindungi organ tubuhnya, meskipun ada spesies dari kelas yang sama (cephalopoda : hewan yang letak kakinya di kepala) yang memiliki cangkang luar, seperti Nautilus. Karena tersusun dari otot, tubuh gurita sangat fleksibel dan mampu menyelipkan diri di antara bebatuan sempit di dasar laut.

gambar nautilus

nautilus

Sistem Pernafasan

Gurita memiliki 3 bagian jantung , 2 untuk memompa darah ke 2 cabang insang dan 1 bagian untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Darah gurita mengandung protein Hemosianin yang kaya dengan tembaga untuk mengangkut oksigen. Dibandingkan dengan Hemoglobin yang kaya dengan zat besi, Hemosianin kurang efisien dalam mengangkut oksigen. Hemosianin larut dalam plasma dan tidak diikat oleh sel darah merah sehingga darah gurita berwarna biru pucat. Gurita bernafas dengan menyedot air ke dalam rongga mantel melalui kedua buah insang dan disemburkan keluar melalui funnel.

Sistem Pertahanan Diri

Gurita  memiliki 3 mekanisme pertahanan diri: tinta, kamuflase dan memutuskan lengan (autotomi). Gurita sangat cerdas dan kemungkinan merupakan hewan paling cerdas di antara semua hewan invertebrata.

mimic octopus

mimic octopus asal indonesia adalah gurita yang senang berkamuflase

VIDEO : http://www.youtube.com/watch?v=H8oQBYw6xxc

Sistem Pencernaan

Gurita menangkap dan meremukkan mangsa dengan lengan berpenghisapnya. Mereka juga memiliki paruh untuk mengunyah mangsanya sehingga lebih mudah dicerna.

Sistem Reproduksi

Gurita jantan meletakkan sperma  ke dalam mantel gurita betina menggunakan lengan khusus yang disebut hectocotylus. Beberapa bulan setelah masa kawin, gurita jantan akan mati. Setelah dibuahi, 2 bulan kemudian gurita betina akan bertelur (dapat mencapai 200.000 butir) dan menggantung kumpulan telur berbentuk kapsul membentuk untaian di langit-langit sarang. Induk gurita sangat peduli terhadap telurnya. Mereka akan menjaga sarang dari predator dan dengan lembut mengipaskan arus air agar telur-telurnya tidak kekurangan oksigen. Gurita betina tidak makan selama merawat telurnya (hingga 6 bulan). Tidak lama setelah telur-telur menetas, induk gurita akan mati.

Setelah telur menetas, larva gurita akan melayang bersama kawanan plankton sambil memangsa copepod, larva kepiting & larva bintang laut sampai cukup besar dan berat untuk berada di dasar laut.

gambar bayi gurita

baby octopus

Gurita muda meningkatkan berat badan sebesar 5 persen setiap hari. Gurita remaja tumbuh dengan kecepatan yang cepat, karena rentang hidup gurita yang singkat. Sebagian besar spesies gurita hidup antara 12-18 bulan dan berkembang biak sekali seumur hidup. Gurita raksasa Pasifik Utara (beratnya bisa mencapai 40 kg) mampu hidup hingga 5 tahun dalam kondisi lingkungan ideal.

Setelah berumur antara 1-2 tahun, gurita dewasa siap untuk kawin. Siklus pun berulang.